PENDIDIKAN KESEHATAN LINGKUNGAN DALAM MENGURANGI DAMPAK POLUSI KENDARAAN BERMOTOR DI PERKOTAAN
Keywords:
Dampak Kesehatan, Masyarakat Urban, Pemisahan Emisi, Polusi Kendaraan\, ; Percobaan IPAAbstract
Polusi udara ambien yang bersumber dari emisi kendaraan bermotor di kawasan perkotaan telah menjadi ancaman struktural bagi kesehatan masyarakat, khususnya terkait risiko penyakit respirasi dan kardiovaskular. Pendekatan kuratif dan regulasi struktural sering kali tidak berjalan optimal tanpa didukung oleh intervensi perilaku masyarakat melalui Pendidikan Kesehatan Lingkungan (PKL). Penelitian ini bertujuan untuk menelaah secara sistematis efektivitas, metode intervensi, serta luaran klinis dan perilaku dari program PKL dalam memitigasi dampak polusi kendaraan bermotor pada masyarakat urban. Metode penelitian menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) yang mengacu pada protokol PRISMA. Sintesis data dilakukan terhadap 25 artikel ilmiah bereputasi (rentang tahun 2016–2026) yang diekstraksi dari database Scopus dan SINTA (Peringkat 1 & 2). Hasil review menunjukkan bahwa metode PKL yang mengintegrasikan teknologi pemantauan kualitas udara mandiri (citizen science), kampanye digital interaktif, dan edukasi berbasis sekolah secara signifikan mampu meningkatkan literasi polusi udara hingga 82%. Peningkatan literasi ini berkorelasi langsung dengan adopsi perilaku protektif, seperti konsistensi penggunaan masker respirator, pemilihan transportasi publik, dan modifikasi rute perjalanan guna menghindari paparan puncak emisi. Lebih lanjut, edukasi yang menyasar kelompok rentan (anak dengan asma dan ojek daring) terbukti menurunkan frekuensi kekambuhan gejala respirasi secara mandiri. Kesimpulannya, PKL bukan sekadar instrumen transfer informasi, melainkan strategi intervensi perilaku yang efektif mereduksi beban pajanan polusi di tingkat individu. Rekomendasi riset selanjutnya adalah pengembangan model edukasi berbasis spatial-awareness tracking.
