DARI DIGITAL MATURITY INDEX MENUJU PERBAIKAN ORGANISASI: SCOPING REVIEW UNTUK MEMPERKUAT TRANSFORMASI PELAYANAN KESEHATAN PRIMER DI INDONESIA
Keywords:
kematangan digital, Digital Maturity Index, pelayanan kesehatan primer, perbaikan organisasi, transformasi digitalAbstract
Digital Maturity Index (DMI) telah digunakan untuk memetakan kematangan digital organisasi kesehatan, tetapi hasil pengukuran belum selalu diterjemahkan menjadi perbaikan organisasi. Tujuan penelitian ini adalah memetakan konsep, domain, hambatan, faktor pendukung, strategi, mekanisme perubahan, outcome, dan kesenjangan bukti yang menghubungkan asesmen kematangan digital dengan perbaikan pelayanan kesehatan primer. Menggunakan Scoping review mengikuti metodologi JBI dan PRISMA-ScR. Sumber bukti direncanakan berasal dari PubMed/MEDLINE, Embase, Scopus, Web of Science, CINAHL, IEEE Xplore, ProQuest, Google Scholar, serta dokumen kebijakan. Sintesis dilakukan melalui pemetaan deskriptif, sintesis tematik, pemetaan terhadap domain DMI Kementerian Kesehatan, dan gap-to-action analysis. Hasil: Kematangan digital merupakan kapasitas sosioteknis yang mengintegrasikan kepemimpinan, infrastruktur, proses klinis dan RME, interoperabilitas, data dan analitik, keamanan, SDM, pengalaman pasien, ekuitas, mutu, serta keberlanjutan. Hambatan utama muncul dari ketidakselarasan teknologi dengan organisasi dan alur kerja. Asesmen menghasilkan nilai jika dihubungkan dengan tujuh tahap: asesmen berbukti, identifikasi kesenjangan, prioritisasi risiko dan nilai, pemilihan intervensi, implementasi, pemantauan outcome, serta pembelajaran dan asesmen ulang. Kesimpulan: DMI harus diposisikan sebagai pemicu siklus perbaikan, bukan hasil akhir. Digital Maturity-to-Improvement Pathway menyediakan kerangka untuk mengubah skor menjadi tindakan organisasi yang terarah dan terukur. Angka diagram PRISMA perlu dilengkapi setelah log pencarian dan screening final tersedia.
